Tentang

Youth Xtra Active (YXA) adalah inisiatif pemuda yang mendorong reformasi dalam pengelolaan Sumber Daya Alam Ekstraktif. Kami percaya bahwa pemuda harus dilibatkan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam karena merekalah yang akan terkena dampak dari Pengelolaan Sumber Daya Alam. Pertama dan terpenting, kaum muda harus terbiasa, sadar, dan diberdayakan ketika harus terlibat dalam pengelolaan Sumber Daya Alam.

YXA didirikan pada 25 Mei 2018, yang menandai 20 tahun momentum gerakan reformasi Indonesia. Inisiatif ini didukung oleh Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, sebuah koalisi organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada peningkatan transparansi, dan akuntabilitas di sektor ekstraktif.

Salah satu program YXA adalah Youth Xtra Active Camp, yang akan melibatkan anak muda untuk mengenal pengelolaan pertambangan di tempat yang kaya akan sumber daya alam. YXA juga menyambut Anda yang ingin terlibat aktif dalam inisiatif ini sebagai sukarelawan untuk program dan acara mendatang!

Mengapa Kami Memulai

Indonesia memiliki sumber daya batubara yang melimpah. Dengan produksi batubara tahun 2017 mencapai 7,2% dari total produksi dunia, Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara penghasil batubara tertinggi di kawasan Asia Pasifik setelah China, Australia, dan India.

Tahukah Anda dari mana asal batu bara yang diekspor? Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi penghasil batubara tertinggi di Indonesia dimana terdapat sekitar 1.488 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan 33 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Tak perlu dikatakan, ada banyak celah di bekas lubang tambang di provinsi ini, di mana hanya ada 32 lubang di Kota Samarinda.

Kegiatan penambangan batubara juga mengakibatkan kerugian lingkungan dan sosial karena banyak perusahaan pertambangan tidak mengembalikan tanah seperti semula setelah kegiatan penambangan. Koordinasi dan Pengawasan Data Batubara (Korsup Minerba) menunjukkan hanya 50% pemegang IUP minerba yang menempatkan dana jaminan reklamasi dan pascatambang. Artinya, ada sekitar 5.000 IUP minerba yang beroperasi tanpa memenuhi kewajiban lingkungan. Dilihat dari dampaknya terhadap aspek sosial, lubang tambang tersebut telah merenggut 29 nyawa (selama 2011-2018).

Urgensi Pergeseran dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan

Salah satu komitmen pemerintah Indonesia adalah menurunkan suhu global sebesar 2 derajat – tujuan yang dianut oleh Perjanjian Paris dan Maroko yang bertujuan untuk mengurangi 29% emisi karbon. Pada tahun 2019, mandat untuk mengurangi produksi batubara hingga 400 juta dikeluarkan oleh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain itu, kebijakan energi nasional bertujuan untuk mengurangi penggunaan batubara dalam target bauran energi nasional, dari 30% penggunaan batubara pada tahun 2025 menjadi 25% pada tahun 2050. Dengan kata lain, kebijakan energi nasional mengarahkan sumber energi nasional untuk tidak lagi didominasi oleh energi. energi fosil, melainkan dengan energi terbarukan.

Meski tercatat dalam dokumen, jumlah produksi batu bara selalu lebih tinggi dibandingkan target RPJMN. Data Produksi Batubara dalam 3 tahun terakhir (2015-2017) menunjukkan realisasi produk selalu melebihi target RPJMN. Fakta bahwa batu bara tetap menjadi komoditas utama penerimaan negara tetap ada meski ada ‘komitmen’ pemerintah untuk menurunkan suhu global di bawah 2 derajat. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih serius dan konsisten untuk mencapai tujuan tersebut.

Penting untuk mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk berkomitmen mengurangi produksi batubara dan melakukan upaya nyata untuk transisi yang adil dari energi fosil ke energi terbarukan.

Sebagai inisiatif yang melibatkan kaum muda dalam pengelolaan sumber daya ekstraktif, Youth XtrActive, kami di sini untuk mendorong para pemimpin regional dan agen perubahan untuk mencapai transisi yang adil dan segera dari energi fosil ke energi terbarukan. Bekerja sama dengan 350.org Indonesia, POKJA 30, dan JATAM Kalimantan Timur dalam aksi global dengan Rise for Climate “Stand Up for Action Climate”, Youth XtrActive akan mengadakan kegiatan Camp sebagai manifestasi dari tujuan kami.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rise for Climate “Rise to Action for the Climate”, “Youth XtrActive Camp” akan mengajak pemuda Indonesia untuk mengenal sisi lain dari pertambangan batubara. Tidak hanya itu, mereka juga akan belajar bagaimana tambang batubara di Kaltim dikelola, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan kondisi sosial di Kaltim dan sekitarnya. Pemuda-pemudi terpilih juga akan mengunjungi beberapa bekas tambang di Kaltim sekaligus berdiskusi dengan masyarakat dan pemuda setempat, serta agen perubahan.

Selain kunjungan, akan ada diskusi publik dan deklarasi bersama dengan para peserta, terutama yang berasal dari Kaltim di hari terakhir. Deklarasi ini akan menjadi momentum di mana para pemuda meminta pemimpin daerahnya untuk berkomitmen “menghentikan praktik penambangan batubara dan segera beralih ke penggunaan energi terbarukan di Kalimantan Timur.” Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda dan akademisi di Kalimantan Timur untuk menyuarakan pentingnya transisi yang adil dan segera dari energi fosil ke energi terbarukan.

Tujuan kami

Mengundang pemuda, khususnya yang berdomisili dari Kalimantan Timur, yang aktif di media sosial untuk melihat secara langsung dampak lingkungan dan sosial dari energi fosil.

Menyampaikan tata kelola yang buruk dan dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan penambangan batubara di Kalimantan Timur dan platform media sosial.

Untuk meningkatkan kesadaran kaum muda tentang transisi yang adil dari energi fosil (batubara) ke energi terbarukan.

Mendorong partisipasi aktif anak muda dalam aksi global bersama yang dilakukan di tingkat lokal dalam menyuarakan transisi dari energi fosil ke energi terbarukan 100% yang adil dan segera melalui aksi Rise for Climate pada 8 September 2018.

Keluaran

  1. Memahami pengelolaan pertambangan dan dampaknya terhadap lingkungan, iklim, dan masyarakat setempat.
  2. 10 peserta harus menghasilkan konten kampanye berupa artikel, video, foto, infografis, puisi, karikatur, komik, dan produk lainnya hasil kunjungan lapangan dengan menggunakan tagar utama #riseforclimate. Konten kampanye ini akan disampaikan kepada publik baik secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial yang dimulai pada Rise for Climate Action pada 8 September 2018, yaitu media sosial peserta; PWYP Indonesia, 350.org Indonesia, Pokja 30, JATAM Kalimantan Timur, dan organisasi pemuda lokal lainnya. Kompilasi konten yang akan dibuat oleh PWYP Indonesia berisi informasi link dan data dari 10 peserta.
  3. Mogok yang dilakukan oleh sekitar 80 pemuda di Samarinda untuk Bangkit untuk Iklim pada 8 September akan didokumentasikan dalam bentuk “photo ops dan video ops” melalui spanduk yang berisi pesan bahwa pemuda Kalimantan Timur menuntut praktik penambangan batubara di Timur Kalimantan dihentikan dan para pemimpin lokal berkomitmen untuk menggunakan energi terbarukan bagi masyarakat lokal.