Masyarakat adat, terutama yang tinggal di sekitar hutan dan kawasan pedalaman, seringkali menerima dampak langsung dari kegiatan industri ekstraktif, terutama dalam hal dampak sosial dan lingkungan. Tidak jarang kebutuhan dan aktivitas industri ekstraktif seperti pertambangan, perkebunan, dan hutan tanaman industri telah bergeser bahkan menyusut wilayah tata kelola masyarakat setempat.

Buku “Indigenous People in the Midst of Extractive Industries’ Domination” hadir untuk mendeskripsikan salah satu potret masyarakat adat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yaitu Dayak Tobak dalam memperjuangkan haknya di tengah pengaruh industri ekstraktif di wilayahnya. Buku ini sengaja disajikan secara ringan, berisi tentang kisah masyarakat adat dan cerita advokasi lapangan disertai dengan Publish What You Pay bersama mitra di Kalimantan Barat, Swandiri Institute.

cover-buku

Tim Penyusun & Isi: Antonius Anam, Arif Munandar, Hermawansyah, Asri Nuraeni, Jensi Sartin, Agung Budiono, Meliana Lumbantoruan, Elizabeth Napitupulu, Wiko Saputra

Editor: Rizky Ananda WSR & Maryati Abdullah

Tahun: 2017

Penerbit: PWYP Indonesia

ISBN: 978-602-72039-9-0

Unduh: Format PDF – Google Drive