Masyarakat adat, terutama yang bermukim di sekitar hutan dan wilayah pedalaman, kerapkali menerima dampak secara langsung dari kegiatan industri ekstraktif, terutama dari segi sosial dan dampak lingkungan. Tidak jarang kebutuhan dan aktivitas industri ekstraktif, baik pertambangan maupun perkebunan dan hutan tanaman industri telah menggeser bahkan mengurangi ruang kelola masyarakat tempatan.

Buku “Masyarakat Adat di Tengah Kepungan Industri Ekstraktif” hadir untuk menggambarkan potret salah satu masyarakat adat di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yakni Masyarakat Adat Dayak Tobak dalam memperjuangkan hak-haknya di tengah kepungan industri ekstraktif di wilayahnya. Buku ini sengaja dihadirkan dalam bentuk tulisan ringan, berisi kisah masyarakat adat dan cerita advokasi lapangan yang didampingi oleh Publish What You Pay Indonesia bersama mitra di Kalimantan Barat, Swandiri Institute.

cover-buku